TANJUNG ARO II - PADANG GELUGUR - PASAMAN - WEST SUMATERA

BLOG INI MERUPAKAN "MEDIA INFORMASI" SEPUTAR HUTA TANJUNG ARO II TERUTAMA BERHUBUNGAN DENGAN ALAM, PERTANIAN, SOSIAL DAN MASYARAKATNYA

Kamis, 17 Februari 2011

Tanjung aro 2 : Mardege eme untuk dapatkan hasil maksimal.






Hasil panen di Tanjung aro II di samping hasil panen di olah dengan cara yang modern menggunakan alat seperti Robot Padi namun di Tanjung aro masih terdapat dengan cara pengolahan manual dan tradisional seperti MARDEGEME EME...

terutam bagi memrekeka yang memiliki lahan sawah yang sudah ditempuh. sebelum padi yang disabit diolah menjadi butiran padi terlebih dahulu potongan dikumpulkan dalam satu tempat yang ditanjung Aro 2 disebut Lungguk Ni eme. hal iuni lakukan baiar lebih memudahkan pengolahan dan juga tidak terlalu memakan banyak waktu.

BRAVO Tanjung aro II

Kamis, 20 Januari 2011

Jembatan Penghubung Tanjung Aro II dan Pegangbaru di Rodang




nilah Jembatan yang menghubungkan antara Tanjung aro II dan Pegang Baru di sekitar SUMPU RODANG ......, jika selama ini sama sekali tidak bisa dilewati karena lumpur dan paya-paya, ombik dan sebaginya maka sekarang dari pegang menuju tanjung aro bisa melalui jalan lingkar Rodang dan jalan lintas Sumatera.....Luar Biasa. jEMBATAN INI di bangun berkat program dan biaya dari PPIP...

Berkat Pembangunan Sumpu Rodang di TANJUNG ARO II





Pembangunan Jalan dan pengorekan air batang SUmpu Rodang, sudah selesai, pembangunan ini yang pada awalnya memnemui bebrapa kendala ternyata berkat kerjasama masyarakat dan pemilik lahan tanah akhgirnya membuahkan hasil.
Pengorekan rawa sumpu RODANG yang terbenam sejak jaman dahulu Kala, akhirnya membauahkan hasil bagi masyarakat YTanjung aro II, pegang Lubuk Torob, Pegang Lama Pagaran tobing dan sekitarnya. Sebab berkat pengorekan ini menyelamatkan lahan pertanian masyarakat yang terbenam dan tidak bisa dipakai lebih dari 100 Hektar. selama ini persawahan masyarakat jadi tidak bisa pakai diakibatkan oleh banjir besar yang merendam seluruh areal. Perkebunan disekitar rodang dan rura hapundung juga terbenam lebih dari satu meter yang mengakibatkan areal seperti sawit, jagung dan palawija total sama sekali tidak bisa digunakan.
namun berkat kesigapan masyarakat dan pemerintah setempat melalui dana PNPM mandiri maka Rurahapundung difunngsionalkan, dan sumpu rodang dikorek dan memndam pinggiran Sumpu sehingga Banjir bisa di minimalisir.
Pengorekan dan juga dilanjutkan juga dengan pembangunan jalan dari tanjung Ar menuju Rodang dan Sumpu. juikia selama ini ke rodang Sungai sumpu membutuhkan waktu untu7k berjalan sekitar 1 sampai 1,5 jam akhirnya berkat pembengunan jalan akses masyarakat semakin mudah dan bisa menggunbakan kendaraan roda 2 bahkan roda empat.

sebagaimana disebutkan oleh ketu PNPM kecamatan Padang Gelugfur, pembangunan ini intinya untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat

Kamis, 13 Januari 2011

TANJUNG ARO II DENAH (PETA)



Tanjung Aro (means Cave the Aro) is the richest and largest Village of Pasaman west Sumatera, Indonesia. It is located on the midlle coast of Pasaman. It has an area of and a population of over 1.600 people at the 2010 Census. Tanjung Aro as a Village leaded by chief of Village that choosen every 5 years. Tanjung Aro is very Rich Village, cause it has a Market, 2 Mosques, Field Of FootBall, River, road with trotoar these make Tanjung Aro diffren with oteher village on Pasaman.

Minggu, 24 Oktober 2010

SD N 16 Tanjung Aro II



Di Tanjung Aro Terdapat dua buah sekolah SD, Yaitu SDN no 02 Tanjung Aro II dan SDN no 16 Tanjung Aro II. kedau sekolah dasar ini di dasari oleh banyaknya anak-anak dan penduduk masyarakat tanjung Aro yang ingin bersekolah dan sesuai dengan program pemerintah wajib belajar sembilan tahun. SD 02 sebagai salah satu SD pertama di kecamtan panti tidak lagi bisa menampung anak-anak di Tanjung Aro II yang ingin bersekolah, karenanya pemerintah berinisiatif membangun satu lagi sekolah dasar yaitu sekolah SDN 16 Tanjung Aro II

Maccalong Gule



Macalong Gule, untuk memenuhi Lauk Pauk
asalkon ma leng martimus kuali i